Category: Perlindungan Anak

Pendampingan Pekerja Anak Berbasis Masyarakat  Di Sulawesi Utara

YPEKA NEWS||Manado – Yayasan Pelita Kasih Abadi merasa perlu untuk melakukan aksi langsung dalam penghapusan pekerja anak melalui usaha pencegahan dan pendampingan. Upaya pencegahan merupakan kunci dari penghapusan pekerja anak, Tujuan Tujuan program ini adalah: Umum Terpenuhinya hak anak akan pendidikan yang dapat mendukung program wajib belajar sembilan tahun dan program pengurangan pekerja anak. Khusus…

Darurat Kekerasan Seksual Terhadap Anak Di Indonesia

YPEKA NEWS|| Jakarta – Data Gang-Rape atau Pemerkosa Bergerombol semakin marak di Indonesia dari data yang berhasil dihimpun Komnas Perlindungan Anak menunjukkan angka kejadian sunguh tidak terduga. Gang-Rape: 90 % pelakunya adalah anak Remaja. Usia Korban: Sebanyak 15 % para korban kekerasan seksual berusia 12 tahun atau lebih muda dan 29 % berusia 12-17 tahun.…

Komda Perlindungan Anak Sulawesi Utara

YPEKA NEWS/Manado – Komisi Perlindungan Anak didirikan untuk merespon meningkatnya kekerasan terhadap anak, beberapa aktivis bersama tokoh masyarakat merasa saat ini semua bekerja secara sektoral sehingga diperlukan usaha bersama untuk melakukan pengurangan dan pencegahan kekerasan terhadap anak. Visi: Terwujudnya perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di Sulawesi Utara Misi: • Meningkatkan kerjasama / keterpaduan seluruh stakeholder…

Perdagangan Anak Ada Di Sekitar Kita

YPEKA NEWS/ Manado – Saatnya kita bertindak. Warga dan organisasi masyarakat sipil bisa terlibat aktif dalam kegiatan pencegahan dan perlindungan korban serta mendorong aparatur penegak hukum untuk menjatuhkan hukuman maksimal kepada para pelaku atau jaringan perdagangan orang. Buka mata dan telinga atas keadaan di lingkungan tempat tinggal kita. Ingat perdagangan orang tidak terjadi di luar…

Tes Keperawanan Siswa SMA Diprotes

YPEKA NEWS/ Jakarta – Rencana kebijakan Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan memasukkan tes perawan dalam penerimaan siswa Sekolah Menengah Atas dan sederajat di daerah itu pada 2014. Pakar Pendidikan Erlin Driana dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, mengatakan kebijakan itu sangat mengintervensi wilayah pribadi seorang perempuan. “Hak terhadap tubuh perempuan ada pada dirinya sendiri,…