Pendampingan Pekerja Anak Berbasis Masyarakat Di Sulawesi Utara

YPEKA NEWS||Manado – Yayasan Pelita Kasih Abadi merasa perlu untuk melakukan aksi langsung dalam penghapusan pekerja anak melalui usaha pencegahan dan pendampingan. Upaya pencegahan merupakan kunci dari penghapusan pekerja anak,

Tujuan

Tujuan program ini adalah:

  1. Umum

Terpenuhinya hak anak akan pendidikan yang dapat mendukung program wajib belajar sembilan tahun dan program pengurangan pekerja anak.

  1. Khusus
  2. Pekerja anak yang putus sekolah dapat kembali bersekolah dan memiliki ijazah.
  3. Mengurangi dan menghentikan aktifitas anak
  4. Pekerja anak mempunyai ketrampilan kerja.
  5. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penanganan pekerja anak
  1. Kelompok Sasaran

Sasaran kegiatan adalah sebanyak 168 anak yang putus sekolah, rentan putus sekolah, sekolah sambil bekerja. 168 anak ini menjalani aktifitas pekerjaan di sektor formal dan informal di Sulawesi Utara:

  1. Usia13 – 17 tahun.
  2. Jenis kelamin Laki-laki dan perempuan

Kegiatan

  1. Penjangkauan
  • Kota Manado: Penjangkauan dilakukan oleh pendamping yayasan dan melibatkan para relawan Perlindungan Anak. Para relawan berkoordinasi dengan Lurah//Kepala Desa sehingga mendapatkan dukungan dari Kepala Lingkungan/Jaga. Setelah itu pendamping dan relawan melakukan penjangkauan dengan berkunjung ke rumah anak yang putus sekolah, melakukan pendataan serta sosialisasi kegiatan.

Kecamatan Tuminting menjadi daerah sasaran utama di sebabkan Yayasan Pelita Kasih Abadi yang tergabung dalam Forum Puspa DP3A sebelumnya telah melaksanakan rangkaian kegitan pemberdayaan di wlayah ini sehingga dengan mudah berinteraksi baik itu dengan masyarakat maupun pemerintah setempat.

Hasil penjangkauan berhasil mendapatkan 34 anak yang bekerja dan putus sekolah.

  • Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kota Kotamobagu: Penjangkauan dilakukan dengan pendekatan advokasi kasus. Anak perempuan yang di eksploitasi seksual semakin meningkat jumlahnya, dari advokasi ini tim pendamping menemukan permasalahan lain yaitu angka putus sekolah dan anak yang bekerja mengikuti orang tua di sektor perkebunan dan pertanian.

Dikarenakan kondisi anggaran sehingga hanya bisa mengakses desa terdekat dengan tempat tinggal pendamping, desa yang di jangkau yaitu Desa Pakuku Jaya dengan jumlah anak 7orang dan 2 anak di kotamobagu.

  • Kabupaten Minahasa: kabupaten ini memilki luas wilayah yang cukup besar sehingga penjangkauan di lakukan beberapa staf pendamping. Fokus wilayah yang di sasar yaitu daerah yang terindetifikasi dari berbagai kasus dn tingkat ekonomi yang rendah.

Kecamatan Tondano dan Kakas menjadi pilihan hasil asessment dan wilayah yang bisa di jangkau oleh tim pendamping, dari hasil penjangkauan ini di temukan dn di dampingi sebanyak 59 anak untuk daerah Tondano sekitarnya dan Kakas ada 31 anak yabg di dampingi.

  • ESA (Eksploitasi Seksual Anak): sejak tahun 2004 Yayasan Pelita Kasih Abadi bergerak memulainya dari sosialisasi ke wilayah yang di anggap rentan dan penyuplai korban berdasarkan data anak yang di tarik dari pekerjaan formal. Tahun 2010 Yayasan PEKA memutuskan untuk melakukan penarikan anak dari pekerjaan terburuk ini. Selama 2018 tim pendamping berhasil menarik 35 anak.

Ada yang di tarik dari Taman kota sebagai tempat mangkal, hasil kerjasama dengan pihak kepolisian yang melakukan swepping sampai di tarik dari jebakan aplikasi pertemanan.

  1. Sosialisasi kegiatan.
  1. Sosialisasi saat kunjungan rumah.

Melakukan kunjungan rumah untuk memberikan sosialisasi kegiatan kepada anak, keluarga dan kepala lingkungan tentang rencana kegiatan. Kegiatan ini juga untuk membujuk anak dan orang tua agar anak mau mengikuti kegiatan. Untuk meyakinkan anak dan orang tua diperkuat dengan mengajak kepala lingkungan ataupun aparatur desa/kelurahan.

  1. Mengumpulkan orang tua dan anak.

Mengumpulkan anak dan orang tua untuk menjelaskan kegiatan yang akan

dilakukan dan memastikan bahwa anak mau mengikuti kegiatan serta orang

tua mendukungnya.

Sosialisasi ini tidak untuk ESA tetapi langsung di lakukan pendampingan di

kumpulkan atau di kunjungi secara personal maupun yang sudah masuk  dalam shelter khusus.

  1. Kegiatan Pendidikan.
  • PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sangat sulit terlaksana di karenakan tingginya biaya yang di mintakan
  • Kegiatan Belajar Belajar Mengajar

Siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar yang lebih dekat dengan tempat tinggal anak. Selain itu dapat memanfaatkan sarana yang sudah ada di masyarakat.

Khusus untuk 31 anak di Kakas mendapatkan Beasiswa selama 3 tahun

  1. Pendampingan

Pendampingan dilakukan untuk memastikan agar anak terus mengikuti proses pendidikan, agar anak mengurangi waktu bekerja, dan dapat berhenti bekerja.

Menyiapkan pekerja anak yang putus sekolah untuk dapat kembali ke dunia pendidikan.

Kegiatan yang dilakukan :

Bimbingan dan motivasi. Anak dikumpulkan kemudian diberikan bimbingan dan motivasi agar anak mau untuk mengikuti kegiatan belajar. Dijelaskan mengenai pentingnya sekolah dan dampak seandainya tidak bersekolah.

Tantangan dan Solusi Dalam Pendampingan:

  1. Persoalan yang di hadapi untuk mendorong anak tetap sekolah yaitu permasalahan biaya pengadaan seragam dan transportasi ke sekolahSolusi berhasil di dapat tetapi terbatas seperti mampu memberikan beasiswa untuk pengadaan seragam dan biaya lain di sekolah tetapi biaya transportasi masih sangat sulit di penuhi secara berkala.
  1. Rata rata keluarga memiliki 3 anak sehingga dari semua keluarga dampingan selalu menyisahkan satu anak yang tidak dapat meneruskan ke sekolah dan bekerja
  2. Tingginya biaya daftar di PKBM untuk mengikuti ujian paket kesetaraan dan tidak adanya proses belajar mengajar hanya langsung pada mengikuti ujian kesetaraan

Para pendamping mulai mempersiapkan pembentukan PKBM sendiri sehingga dapat melaksanakan ujian kesetaraan sendiri.

Share This Post