Trauma, Warga Buyat Lakukan MOU dengan PT DSSN

Pabrik Semen PT DSSN Siap Beroperasi di Boltim

YPEKANEWS|| Boltim – Warga Desa Buyat Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara tidak mau lagi menanggung resiko seperti yang dialami saat PT Newmont Minahasa Raya melakukan penambangan emas di wilayah tersebut.

Untuk itu sebelum pabrik semen PT DSSN melakukan aktifitasnya di Boltim, warga yang trauma dengan kehadiran pertambangan skala besar telah melakukan memorandum Of Understanding (MoU).

Enam desa yang telah melakukan MOU dengan PT DSSN yakni Desa Buyat Satu, Desa Buyat Dua, Desa Buyat Tengah, Desa Buyat dan Desa Buyat Barat. Isi MOU diantaranya adalah kami meminta sistem pengelolaan harus ramah lingkungan, selalu memelihara komunikasi dengan masyarakat melalui Pemerintah setempat pada setiap kegiatan perusahaan, harus ada kontribusi kepada pembangunan Desa terutama perusahaan harus merekrut tenaga kerja dari warga desa,” kata Sangadi Buyat Selatan Husni Modeong.

Pembangunan Pabrik Semen PT DSSN telah mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah dan warga Boltim. Tokoh masyarakat Desa Buyat Selatan Nazri Mokoagow mengatakan bahwa warga Buyat Selatan sangat mendukung adanya pabrik semen karena bisa membuka lapangan pekerjaan untuk tenaga kerja lokal. “Saya berharap perusahan untuk memprioritas tenaga kerja lokal. Artinya, pabrik ini, bisa merekrut masyarakat yang ada disekitar lahan perusahaan tersebut yang menjadi karyawan,” pinta Mokoagow.

Dia pun berharap agar ada kajian analisis dampak lingkungan (amdal) yang jelas. Sehingga perusahaan ini, tidak akan terjadi konflik dengan masyarakat.” Berharap, jika investor yang masuk harus melakukan produksi secara profesional,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sarini Modeong berpendapat bahwa hadirnya pabrik semen di Boltim akan membuka lapangan pekerjaan buat para ibu rumah tangga untuk menopang ekonomi keluarga. ‘’ Pasti akan membawa dampak positif bagi kami di desa, khususnya para perempuan,’’kata Sarini.

Pabrik yang memiliki luas area 10,735 Hetare ini dikelolah oleh PT Dharma Sarana Semen Nusantara (PT DSSN) dan rencananya akan memulai kegiatan fisiknya usai menggelar RUPS pada 1 Juni 2016 .

Menurut salah satu direktur PT DSSN Yossi S Manopo bahwa pabrik semen di Boltim telah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) melalui Keputusan Gubernur Sulawesi Utara no 223 tahun 2015 dan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) melalui Keputusan Gubernur Sulawesi Utara no 37 tahun 2016 . Yossi Manopo adalah putra daerah Boltim yang peduli terhadap perkembangan ekonomi Sulawesi Utara dan juga memperhatikan keberadaan sumber daya manusia di Boltim.

‘’ Dengan hadirnya Pabrik Semen di Buyat ini, warga Boltim bisa meningkatkan perkembangan ekonominya dan serapan tenaga kerja di pabrik semen ini akan diprioritaskan pada tenaga kerja putra-putri Daerah,’’kata Manopo kepada wartawan Kamis (28/05/2016).

Dikatakan Manopo, ketika pabrik semen berskala besar yang bertag line ‘produk inovasi semen unggulan Sulut’ ini berjalan dengan sukses, maka pihak PT DSSN akan menghibakan 20 persen sahamnya untuk Pemerintah dan masyarakat Sulut. ‘’ Kami sudah menyurat kepada Gubernur Sulut Bapak Olly Dondokambey bahwa saya dan pemegang saham lainnya akan mengikutsertakan Perusahaan Daerah Sulut maksimal 20 persen saham dalam bentuh hibah,’’ kata pria kelahiran Bongkudai ini. (Jr)

Share This Post